Ulilinfonkri.Com – Palabuhanratu, Sukabumi – Respon cepat ditunjukkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas keluhan nelayan Palabuhanratu. Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) mulai melakukan pengerukan dermaga yang mengalami pendangkalan parah.
Langkah ini diambil setelah viral di media sosial video kapal-kapal nelayan kesulitan sandar dan nyangkut di gundukan pasir saat hendak bongkar hasil tangkapan di alur dermaga.

Menurut Kepala Palabuhan Ratu, Senin, 2/10/2026, hari ini sudah memasuki hari ke 7 pengerjaan pengerukan ini, dan kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pelaksana PPNP Palabuhanratu dengan anggaran yang bersumber dari KKP. Pengerjaan dilaksanakan semaksimal mungkin oleh tim teknis PPN Palabuhanratu ”
Dari pantauan di lapangan, dua unit alat berat jenis excavator dikerahkan untuk mengeruk tumpukan material pasir dan lumpur yang menyempitkan alur keluar-masuk kapal. Sejumlah kapal nelayan tampak masih bersandar di sisi lain dermaga sambil menunggu proses pengerukan selesai.
Saat diwawancarai oleh Media Ulilinfonkri.com, Kepala Pelabuhan Palabuhanratu, Sarwono, membenarkan bahwa pengerukan sedimentasi kolam dermaga ini adalah respon cepat atas keluhan nelayan.
“Bahwa pengerukan sedimentasi kolam dermaga ini merupakan respon cepat dari Kementerian KKP atas keluhan nelayan yang tidak bisa sandar untuk bongkar ikan. Diharapkan dengan pengerukan ini, aktivitas nelayan saat bongkar hasil tangkap menjadi lebih lancar,” ungkap Sarwono.
Selain soal pendangkalan, Sarwono juga menjelaskan terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nelayan.
Menurutnya, di kawasan PPNP Palabuhanratu telah tersedia BBM jenis biosolar dengan syarat nelayan membawa rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi. Dan untuk kebutuhan BBM Solar industri Pemerintah menyediakan BBM Solar dengan harga yang di tentukan oleh peraturan pemerintah bagi nelayan.”
“Dan kedepannya, kita akan menyediakan BBM Pertalite untuk nelayan. Saat ini kita sudah berkomunikasi dengan pihak yang akan berinvestasi di BBM Pertalite untuk nelayan,” pungkasnya.
Dengan adanya pengerukan ini, diharapkan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan di PPN Palabuhanratu kembali normal dan roda perekonomian nelayan tidak lagi terganggu.
