Ulilinfonkri.com – SUKABUMI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622 Kab. Sukabumi terus memperluas dampak pembangunan hingga sektor ekonomi kerakyatan. Melalui penyuluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Satgas TMMD berupaya mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-130 tersebut menghadirkan Deri Darusman, pendamping UMKM di bawah Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sukabumi, sebagai narasumber.

Penyuluhan ini turut dihadiri Kepala Desa Mekarjaya, Wida Yunita, anggota Satgas TMMD ke-130 Peltu Anwar, serta masyarakat setempat yang mengikuti pemaparan mengenai penguatan kapasitas usaha, manajemen, dan strategi memperluas jaringan pemasaran.
Dalam penyampaiannya, Deri Darusman mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-130 yang dinilai mampu menghadirkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui program TMMD memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas ekonomi warga. Peningkatan akses wilayah diharapkan dapat memperlancar distribusi produk sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Saya sangat mengapresiasi program TMMD ini karena mampu menghadirkan kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk membangun jejaring usaha dan memperluas akses pemasaran,” ujar Deri.
Ia menegaskan, tantangan pengembangan UMKM tidak semata terletak pada kualitas produk, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, mental kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta kemampuan membaca peluang pasar.
Deri mencontohkan sistem pengelolaan jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart yang memiliki manajemen serta jaringan distribusi terstruktur. Menurutnya, pola pengelolaan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan daya saing sesuai dengan potensi dan kapasitas masing-masing.
“Banyak produk masyarakat yang sebenarnya memiliki potensi besar. Namun, kemampuan manajemen, mental berwirausaha, dan akses pasar masih perlu diperkuat. Melalui sinergi TMMD dengan dinas terkait, kami ingin mendorong UMKM desa agar naik kelas dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Deri juga menyatakan kesiapan untuk membantu masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya melalui pendampingan dan penguatan jaringan usaha.
Di sisi lain, manfaat penyuluhan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang peserta, Azijah, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha warung miliknya.
“Penyuluhan TMMD ieu raoseun. Abdi kénging élmu kanggo icalan di bumi, kanggo usaha warung. Kumaha carana supados rame, kumaha carana dagangan tiasa payu. Ah, saé pisan,” ungkap Azijah dalam bahasa Sunda.
Pernyataan Azijah mencerminkan harapan pelaku usaha kecil di pedesaan terhadap hadirnya pembinaan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, terutama dalam meningkatkan penjualan dan memperkuat penghasilan keluarga.
Melalui penyuluhan ini, TMMD ke-130 Kodim 0622 Kab. Sukabumi diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan berupa infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi lokal.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun fondasi ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Dengan demikian, TMMD ke-130 tidak sekadar membuka akses jalan bagi masyarakat, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya peluang usaha dan masa depan ekonomi desa.
