Ulilinfonkri.com – Sukabumi – Warga Kecamatan Palabuhanratu di Gegerkan dengan meninggalnya seorang pelajar SMP (laki- laki ) secara tragis. Pelajar tersebut adalah MR (16) warga Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tergantung tak bernyawa di rumahnya sendiri. Ia diduga nekat mengakhiri hidup menggunakan seutas tali di pintu dapur rumah.
Korban diduga depresi masalah keluarga. Isi tulisan trakhir (wasiat) yang beredar cukup mengiris hati.
Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah membenarkan peristiwa tersebut, Ia mengatakan peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh sang kakek korban (Ko) yang merasa curiga, pasalnya dirinya tidak melihat keberadaan sang cucu seperti biasanya pada Minggu pagi (21/6/2026) sekira pukul 08.00 WIB.
“Ya berdasarkan keterangan kakek korban, sebelumya dia (Ko) merasa curiga, karena tidak melihat cucunya, akhirnya Ko mencoba masuk ke rumah namun pintu terkunci dari dalam. Khawatir melihat itu, lantas langsung masuk lewat jendela dengan cara membukanya secara paksa,” terang Mahbubilah.
Usai membuka jendela kamar secara paksa, sang kakek kemudian masuk ke ruangan tengah dan melihat korban dalam keadaan tergantung di pintu dapur, seketika, jasad korban langsung diturunkan dan diletakan di lantai.
“Selanjutnya saksi langsung keluar rumah dan memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga dan tetangga. Kemudian datang petugas kepolisian Polres Sukabumi, Unit Inafis Polres Sukabumi, Polsek Palabuhanratu, PKM Citarik dan Pemdes Citarik,” kata dia.
Masih kata Mahbubillah, keterangan paman korban (AG), sehari sebelumnya pada (Sabtu), korban diketahui membeli dua bungkus tali rafia di warung miliknya. Dan sempat ditanya terkait peruntukan rafia tersebut namun korban tidak menjawab.
“Saat itu korban membeli tali rafia dua gulung, saksi sempat bertanya untuk keperluan apa korban membeli tali rafia, namun pada saat itu korban tidak jawab,” sebutnya.
Sementara itu motif korban lakukan hal tersebut belum diketahui, adapun dugaan sementara dalam perkara tersebut, menurut Mahbubillah, bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan secarik kertas (surat wasiat) yang diduga ditulis korban sebelum nekat mengakhiri hidupnya.
Dalam tulisan surat tersebut, kata Mahbubillah, menerangkan isi curahan hati seseorang yang tidak ingin menjadi beban keluarga karena kondisi keluarga yang sudah tidak harmonis.
“Dugaan sementara adalah akibat depresi oleh permasalahan keluarga diperkuat dengan ditemukan adanya surat wasiat di TKP,” ucapnya.
Diketahui, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut dengan pendampingan sang kakek yang memiliki rumah tidak jauh dari kediaman korban.
Sementara ibu kandung korban disebut sedang menjalani perawatan di rumah sakit sedangkan sang ayah sedang bekerja di luar kota dan dari surat wasiat korban, ayahnya menikah lagi sedang ibunya masih dirawat karena sakit.



















