Jangan Ada Anggapan Guru Itu Terganggu Jam Pelajarannya Karena Ada Program MBG

PIC yang urus MBG di sekolah dapat insentif

banner 468x60

Ulilinfonkri.com – Jakpus – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membantah tuduhan yang beredar di masyarakat bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengganggu jam mengajar guru karena harus mengurus bekal atau ompreng siswa.

“Jadi begini awak media semua dan Bapak, Ibu semua di seluruh Indonesia, ada anggapan bahwa seolah-olah guru itu terganggu jam belajar mengajarnya karena harus ngurusi ompreng. Itu harusnya tidak,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026).

banner 336x280

Sudaryono menegaskan bahwa operasional pembagian makanan di sekolah tidak akan membebani tenaga pendidik.

BGN telah mengalokasikan insentif khusus untuk merekrut petugas yang bertanggung jawab penuh atas teknis distribusi tersebut.

“Karena di setiap sekolah ada PIC yang kemudian ada insentif dari kami untuk membantu proses distribusi makan bergizi gratis MBG ini di kelas-kelas. Ada PIC-nya dua orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa keterlibatan guru dalam program MBG murni difokuskan pada fungsi pengawasan dan edukasi gizi bagi siswa, bukan pada urusan teknis pendistribusian makanan.

“Lantas guru ini apa tugas atau tambahan tugasnya? Adalah ikut menyertai makan bersama murid-muridnya. Dalam rangka apa? Dalam rangka untuk edukasi kepada murid-murid siswa di kelas itu,”

“Sudah cuci tangankah? Antre mengambil ompreng, duduk, berdoa, makan dengan baik, dijelaskan kandungan gizinya, termasuk dimakan sebelum jam atau harus dimakan sebelum jam berapanya,” katanya.

Insentif Bagi Guru

Sudaryono sebelumnya mengungkap bila pihaknya menaruh perhatian besar pada aspek edukasi dan tata krama saat pembagian makanan bergizi di lingkungan sekolah.

Guna memastikan proses distribusi berjalan tertib dan tidak mengganggu jam pelajaran, BGN menunjuk guru sekolah sebagai Person in Charge (PIC) yang nantinya akan diberikan insentif khusus.

“Di sekolah itu sudah ada namanya PIC yang sudah ada insentifnya. Jadi guru di sekolah itu tidak terganggu jam mengajarnya karena makan bergizi,” ujar Kepala BGN Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, para guru memiliki peran kunci dalam mengedukasi siswa mengenai tata krama makan, antre, menjaga kebersihan diri seperti cuci tangan, menyusun ompreng, hingga mencegah makanan dibawa pulang agar kualitasnya tetap terjaga.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas dan keamanan pangan MBG secara berkelanjutan, BGN menegaskan siap membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak.

BGN berencana membentuk grup diskusi rutin yang melibatkan para pakar gizi, chef profesional, hingga pelaku industri katering.

“Kami rencana akan membuat semacam grup diskusi. Kita bisa terus berdiskusi enggak cuma sekali hari ini, tapi terus mendapatkan input untuk perbaikan ke depannya menjadi semakin prima,” ucap Sudaryono.

 

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed