Indonesia Perluas Akses Diplomatik Lewat Bebas Visa dengan Libanon dan Dua Negara Karibia

Berita8 Views
banner 468x60

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menandatangani Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas dengan Libanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika. Penandatanganan berlangsung di sela High-Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York pada Selasa, 23 September 2026.

Penandatanganan tiga perjanjian tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral. Selain itu, perjanjian ini meningkatkan interaksi pemerintah dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

banner 336x280

Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas diharapkan menjadi langkah awal. Karena itu, kebijakan ini dapat mendorong fasilitas bebas visa bagi masyarakat umum di masa mendatang.

Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Misi Perdamaian dengan Libanon

Dengan Libanon, perjanjian ditandatangani oleh Menlu Sugiono dan Menteri Luar Negeri dan Emigran Libanon Yousef Raggi. Dalam pertemuan bilateral, kedua Menlu membahas penguatan kerja sama ekonomi dan pembangunan. Kemudian, mereka bertukar pandangan mengenai situasi kawasan, khususnya Palestina.

Menlu Libanon menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia bagi perdamaian Libanon. Indonesia berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB di Libanon atau UNIFIL sejak 2006.

Dorong Diversifikasi Produk dan Investasi dengan Karibia

Dengan Saint Vincent dan Grenadines, Menlu Sugiono dan Menteri Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, Investasi Asing, dan Urusan Diaspora Dwight Fitzgerald Bramble menandatangani perjanjian. Penandatanganan ini bertujuan mempererat komunikasi dan kerja sama antar pemerintah.

Selain itu, pertemuan membahas potensi pengembangan kerja sama pembangunan. Kerja sama tersebut mencakup program peningkatan kapasitas diversifikasi produk mangga dan sukun.

Sementara itu, dengan Republik Dominika, Menlu Sugiono dan Menteri Luar Negeri Victor Orlando Bisono Haza menandatangani perjanjian. Perjanjian ini memfasilitasi mobilitas dan membangun kepercayaan antar kedua negara.

Kedua Menlu juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi. Upaya tersebut dilakukan melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Forum atau INA-LAC.

Galang Dukungan untuk DK PBB 2029-2030

Dalam pertemuan dengan ketiga Menlu tersebut, Menlu Sugiono bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik global. Selain itu, ia menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030.

Oleh karena itu, penandatanganan tiga perjanjian bebas visa diplomatik ini mencerminkan komitmen Indonesia. Indonesia terus memperluas hubungan dengan negara-negara sahabat. Selanjutnya, Indonesia menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *