Gedung Perpustakaan Nagekeo Rusak Pasca Gempa, Anak-anak Kehilangan Ruang Belajar

banner 468x60

NAGEKEO, matasosial.com — Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur tidak hanya merobohkan rumah warga. Bencana itu juga merenggut ruang belajar anak-anak: Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo.

Gedung yang selama ini dijuluki “rumah peradaban” itu kini berlabel merah. Hasil pemeriksaan tim teknis Kementerian PUPR menyatakan bangunan tidak layak pakai dan harus dikosongkan sementara.

banner 336x280

Di tengah puing, harapan justru muncul dari anak-anak Nagekeo. Mereka menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar “rumah peradaban” mereka bisa dibangun kembali.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo, Seri Babo Nuwa, masih ingat tangis anak-anak saat tahu perpustakaan tidak bisa digunakan lagi.

“Setelah gedung ini diresmikan, banyak anak-anak datang kunjung. Nah ini mereka, ada yang menangis, aduh kami baca dimana lagi. Karena di sini pusat pengetahuan, pusat informasi, dan pusat inovasi,” cerita Seri di lokasi, Rabu 26 Agustus 2026.

Lebih dari Tempat Baca Buku

Bagi masyarakat Nagekeo, perpustakaan ini bukan sekadar rak buku. Dibangun lewat Dana Alokasi Khusus DAK 2021, gedung ini dirancang sebagai ruang bersama untuk anak TK, SD, SMP, hingga masyarakat umum.

Konsepnya disebut “rumah peradaban” sekaligus “laboratorium sumber daya manusia”. Di dalamnya ada ruang baca, fasilitas multimedia untuk mengakses dunia digital, hingga program inklusi yang difungsikan sebagai hub literasi.

“Konsep kantor kita ini adalah rumah peradaban dan laboratorium sumber daya manusia. Sehingga ketika kantor ini jadi banyak aktivitas baik itu dari anak-anak TK, SD, SMP sampai masyarakat,” ujar Seri.

“Kegiatan inklusi juga ada. Ini kami istilahkan semacam hub di Nagekeo,” lanjutnya.

Saat gempa terjadi, Seri mendapat kabar dari warga bahwa bangunan mulai bergoyang dan rusak. Ia langsung ke lokasi. Perabot banyak yang hancur. Beruntung beberapa komputer di lantai bawah masih bisa diselamatkan.

Minta Gedung Darurat dan Pembangunan Kembali

Untuk sementara, Seri berharap ada gedung darurat semi permanen agar layanan perpustakaan tetap berjalan. Namun harapan besarnya adalah pembangunan kembali gedung utama.

“Harapan kami ke depan yang pertama, untuk sementara dalam mendukung pelayanan, kita bisa dapat gedung darurat, mungkin semi permanen. Karena kita akan teruskan layanan kepada masyarakat. Sambil juga kita mohon dukungan ke depan, kalau berkenan untuk bangun kembali gedung,” katanya.

Ia pun menitipkan harapan itu kepada Presiden Prabowo.
“Membangun kembali gedung itu berarti mengembalikan ruang belajar yang kini dirindukan anak-anak Nagekeo,” ujarnya.

Seri juga mengajak warga Nagekeo untuk terus bangkit.
“Dan kepada semua kita, masyarakat Nagekeo yang mendapatkan korban kerusakan material, kiranya dikuatkan, dan mari terus bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Presiden ini, banyak hal yang sudah bergerak, yang kita berharap untuk terus maju secara ekonomi, ketahanan pangan, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *