Difabel akibat Kecelakaan, Susanto Masih Bisa Diterima sebagai Koki di Dapur MBG Karanganyar

MBG Membawa Berkah, Difabel Jadi Juru Masak Nasi

banner 468x60

Ulilinfonkri.com – Karanganyar, 4 April 2026 — Kecelakaan tak membuat Susanto, 37 tahun, menyamakan nasibnya. Meski kaki pemahamannya sampai kini belum bisa ditekuk setelah peristiwa nahas 2005 silam, Susanto tetap melanjutkan hidup.

Berkat pengalamannya sebagai koki di sebuah kedai di Karanganyar, Jawa Tengah, Susanto diterima di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), tepatnya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pojok, Mojogedang, Karanganyar.

banner 336x280

Susanto dipercaya sebagai streamer nasi atau koki yang bertanggung jawab untuk menanak nasi. Dia bersyukur pengelola SPPG Pojok tak membeda-bedakannya dengan pekerja di SPPG itu.

“Alhamdulillah dengan kondisi seperti ini saya bisa bekerja dan diterima di SPPG Pojok. Lingkungannya semua sangat ramah. Dari atasan dan lainnya semuanya bisa menerima dengan kondisi saya saat ini,” kata Susanto, Sabtu (4/4).

Susanto bercerita, kakinya cedera saat dibonceng temannya memakai sepeda motor. Meski masih membekas, peristiwa yang terjadi lebih dari 20 tahun lalu itu tak menyurutkannya untuk terus berusaha.

Lelaki yang belum berkeluarga ini tetap bersemangat menjalani hidup. Sebelum mulai bekerja sebagai koki, dia sempat memberi makan kambing dan ikan yang dia pelihara di pekarangan rumah.

Setelah selesai “mengasuh” hewan peliharaannya, Susanto juga bersiap untuk berangkat ke tempat kerja yang tak jauh dari rumah. Kesehariannya, dia mengemudikan sepeda motor menuju dapur MBG dengan kaki kanan tetap selonjoran karena belum bisa ditekuk.

“Dari hasil di sini untuk keluarga. Meski belum berkeluarga, tapi punya orang tua yang tidak bekerja. Dan alhamdulillah sedikit membantu untuk meringankan beban orang tua dan biaya kehidupan,” kata Susanto.

Dia berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang mencetuskan program MBG. Baginya, masih bisa diterima bekerja meski dalam keterbatasan, sudah menjadi sesuatu keberkahan.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, saya bisa bekerja di SPPG Pojok dengan kondisi difabel. Kondisi saya kurang sempurna, (tapi) masih diterima dan bisa bekerja di dalam programnya Bapak Presiden Prabowo di SPPG Pojok,” kata Susanto.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *