Ulilinfonkri.com – SUKABUMI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Fathonah menggelar evaluasi rutin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Al-Fathonah, Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan evaluasi yang digelar secara rutin setiap bulan tersebut melibatkan seluruh unsur, mulai dari office dan relawan SPPG Yayasan Al-Fathonah, SPPG Bojonggenteng 1, SPPG Bojonggenteng 2, SPPG Ciparay, hingga SPPG Sukamukti, Kecamatan Waluran.
Hadir sebagai narasumber sekaligus memberikan arahan dalam kegiatan tersebut, Pengawas dan Dewan Pembina SPPG Yayasan Al-Fathonah, Asep Muhamad Rapidi
Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sekaligus menjadi sarana pengawasan, pembinaan, dan penguatan kedisiplinan seluruh relawan dapur.
Dalam arahannya, Asep mengapresiasi soliditas para relawan dan menekankan pentingnya menjaga integritas selama menjalankan tugas.
Ia juga mengingatkan seluruh relawan agar menjauhi tiga hal yang dinilai dapat mengganggu kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas, yakni pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan narkoba.
“Pada kesempatan ini saya menekankan tiga hal yang tidak boleh dilakukan oleh seluruh relawan, yaitu tidak ada pinjaman online (pinjol), tidak ada judi online (judol), dan tidak ada narkoba. Itu yang saya tekankan keras terhadap mereka,” tegas Asep.
Menurut Asep, persoalan yang melibatkan seorang relawan berpotensi berdampak terhadap lingkungan kerja dan citra lembaga.
“Kenapa tiga poin itu? Karena akan menjadi masalah besar manakala kita sedang menjalankan operasional. Satu orang saja bermasalah, maka yang rusak adalah nama baik dapur, nama baik yayasan, dan nama baik program itu sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, relawan perlu menjaga fokus, kedisiplinan, moral, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Secara umum, Asep menilai hasil evaluasi berjalan cukup baik. Para relawan Yayasan Alfathonah dinilai masih solid dan operasional dapur berlangsung dengan tertib.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Fathonah, H. Usep Suganda, mengatakan evaluasi bulanan merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung kelancaran program pemerintah.
“Saya selaku Ketua Yayasan Al-Fathonah, pada hari ini kami melaksanakan evaluasi terhadap seluruh relawan. Tujuannya untuk mensukseskan program pemerintah. Jangan sampai dalam menjalankan program ini ada yang melenceng dari aturan,” ujar Usep.
Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi, khususnya terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba, pinjol, dan judol serta penguatan kedisiplinan dan etika para relawan.
“Pertama, kami tidak menutup kemungkinan di tengah maraknya kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, pinjol dan judol, relawan kita jangan sampai terpapar. Ini harus kita cegah sejak dini. Kedua, masalah kedisiplinan dan etika. Jangan sampai ada perilaku relawan yang mencemari nama baik dapur dan nama baik yayasan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, pihak Yayasan Al-Fathonah juga menggandeng pihak kepolisian melalui Polsek terkait untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba serta pentingnya menjaga lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Usep berharap pembinaan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala dapat memperkuat kedisiplinan dan integritas para relawan sehingga pelaksanaan program MBG dapat berjalan secara tertib dan optimal.
“Kita ingin memastikan seluruh relawan bersih, sehat, dan berintegritas. Karena jika satu relawan saja terindikasi, maka yang tercoreng adalah nama baik kita semua. Harapannya ke depan program bisa berjalan lebih baik, lebih tertib, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.













